Pengaruh Gereja Yang Dahsyat

Jul 01 2016


Pengaruh Gereja Yang Dahsyat
Ayat Pokok: Kisah Rasul 4
Oleh: Pdt. Yusak Tjong, Malang

 

Kehidupan kita sebagai orang percaya memiliki suatu pengaruh yang dahsyat. Oleh karena Roh Kudus yang ada di dalam kita, maka kita dapat mempengaruhi Allah dan juga manusia. Roh Kudus bekerja melalui dua sarana, yaitu roh kebenaran, yaitu firman Allah yang akan mempengaruhi manusia dan roh doa yang akan menggerakkan Allah untuk menggenapi segala janji firman-Nya. 

Dalam Kis. 4 kita dapat melihat bagaimana dahsyatnya kuasa Roh Kudus mempengaruhi kehidupan Petrus dan Yohanes serta orang-orang yang ada di sekitarnya. Oleh kuasa Roh Kudus maka ketika Petrus dan Yohanes berdoa di dalam nama Yesus, ada seorang lumpuh yang menerima mujizat kesembuhan (Kis. 3).

Setelah itu mereka mengajar orang banyak bahwa ada kebangkitan dari antara orang mati. Terjadilah kegemparan di kota itu sehingga oleh roh kebenaran yang mereka sampaikan itu, dan ada kira-kira lima ribu orang laki-laki yang menerima Yesus. Namun karena imam-imam kepala dan orang Saduki tidak menerima berita Injil itu, maka akhirnya mereka ditangkap dan dihadapkan kepada Mahkamah Agama. Mereka bukan orang terpelajar, tetapi Roh Kudus memberikan hikmat kepada mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Roh Kudus juga memberikan keberanian kepada mereka dan seluruh jemaat Tuhan untuk terus memberitakan Injil meskipun mereka menerima ancaman yang berat.

Memberitakan Injil adalah tanggung jawab setiap orang percaya. Bahkan Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus berkata: "Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil." (1 Kor. 9:16). Dalam Yeh. 3:18-21 dikatakan bahwa jika kita menolak untuk memberitakan Injil kepada seseorang, maka Tuhan akan menuntut pertanggungan jawab nyawa orang tersebut kepada kita. Tetapi jika kita sudah memberitakan Injil namun orang itu bersikeras tidak mau menerima, maka nyawa orang itu ditanggungkan kepada orang itu sendiri.

Jadi tugas kita adalah memberitakan Injil, tetapi hasilnya (apakah berita Injil itu diterima atau ditolak) adalah murni karya Roh Kudus dan sikap hati dari orang yang mendengarnya. Tanpa Roh Kudus maka tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada Yesus. Memang pasti ada tantangan dan resiko yang harus kita tanggung ketika memberitakan Injil, bahkan tidak jarang nyawa kitalah yang dipertaruhkan. Namun percayalah bahwa Roh Kudus akan memberikan keberanian dan kekuatan untuk terus memberitakan Injil. Dan Roh Kudus jugalah yang akan menjadikan hidup kita sebagai pengaruh yang dahsyat untuk membawa orang lain kepada jalan keselamatan.

Selain itu kita juga melihat bahwa ada pengaruh yang dahsyat ketika kita ada dalam persekutuan. Petrus dan Yohanes setelah dilepaskan langsung pergi menemui jemaat Tuhan. Lalu mereka berdoa bersama dengan sungguh-sungguh, sehingga goyanglah tempat mereka berkumpul dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus. Kemudian mereka semua memberitakan Injil dengan berani. Karena itu jangan tinggalkan persekutuan dan tetaplah bertekun dalam doa bersama. Dengan demikian maka kita sedang mengijinkan Roh Kudus untuk bekerja dengan bebas dalam hidup kita dan jemaat Tuhan yang ada.
Roh Kudus adalah Pribadi yang memberikan kuasa dan pengaruh yang dahsyat bagi kehidupan orang percaya secara pribadi dan kepada gereja Tuhan pada umumnya. Roh Kudus itulah yang akan memberikan keberanian untuk memberitakan Injil, kekuatan untuk bertahan dalam melayani Tuhan, serta kuasa untuk membawa orang lain kepada jalan keselamatan. Karena itu jangan batasi Roh Kudus dan ijinkan Roh Kudus untuk membaptis dan senantiasa memenuhi hati kita semua. Tuhan Yesus memberkati!

Pengaruh gereja di dalam dunia ini sangatlah luar biasa. Dan ada dua sarana yang akan mendatangkan pengaruh yang dahsyat tersebut, yaitu roh kebenaran dan roh doa. Roh kebenaran atau firman Allah akan mempengaruhi manusia. Dan roh doa atau doa, itulah yang akan mempengaruhi dan menggerakkan hati Allah. Kita dapat melihat bagaimana pengaruh gereja yang dahsyat itu dicatat dalam Kisah Para Rasul 8.

Ayat 1-4 Jemaat mula-mula saat itu tidak menyadari akan pengaruhnya yang dahsyat sehingga mereka hanya berdiam diri di Yerusalem, sampai akhirnya Tuhan mengijinkan penganiayaan terjadi atas orang-orang Kristen, yang dipelopori oleh Saulus. Penganiayaan pertama terjadi atas Stefanus yang mati dirajam batu. Namun sebelum mati Stefanus berdoa untuk orang-orang yang menganiayanya. Apa dampaknya? Dampak negatifnya adalah terjadi penganiayaan yang hebat atas jemaat Tuhan di Yerusalem. Namun dampak yang negatif ini di satu sisi justru mendatangkan dampak yang positif yaitu jemaat Tuhan jadi tersebar ke seluruh negeri, sehingga pemberitaan Injil juga makin tersebar luas.

Ayat 5-8 Dikisahkan mengenai Filipus yang memberitakan Injil dan mengadakan banyak tanda di Samaria. Filipus sebenarnya hanyalah orang biasa, namun ia penuh dengan kuasa Roh Kudus. Ketika Injil atau roh kebenaran itu diberitakan maka hal itu akan mempengaruhi hati manusia. Dan oleh roh doa maka tergeraklah hati Allah untuk mengadakan berbagai tanda dan mujizat. Kedua hal inilah yang akhirnya menarik setiap roh untuk datang kepada Allah dan menerima keselamatan. Dan dampak yang jelas terlihat ketika kedua sarana ini bekerja bersama-sama adalah adanya sukacita yang besar. Dalam penganiayaan, Tuhan mampu mendatangkan sukacita bagi anak-anak-Nya.

Ayat 9-13 Namun kita juga perlu mengetahui bahwa bukan hanya gereja Tuhan yang memiliki pengaruh. Iblis dan roh-roh yang ada dunia ini juga memiliki pengaruh yang mampu menarik banyak jiwa untuk mengikutinya. Namun kita tidak perlu takut, sebab Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dalam dunia (1Yoh. 4:4). Itulah yang membuat banyak orang di kota itu, termasuk Simon si tukang sihir berbalik mengikut Tuhan dan memberi diri untuk dibaptis.\

Ayat 14-17 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar bahwa Samaria telah menerima Injil, maka mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ agar orang-orang Samaria itu dapat beroleh Roh Kudus. Di sini kita dapat melihat betapa indahnya kesatuan dalam tubuh Kristus. Filipus mengerjakan bagiannya, Petrus dan Yohanes juga mengerjakan bagiannya. Mereka peka akan pimpinan Roh Kudus sehingga tahu peranannya. Dan dengan kerendahan hati mereka menjalankan fungsinya masing-masing. Pemimpin dan anak-anak Tuhan yang memiliki kesatuan akan menjadi pengaruh yang dahsyat bagi pekerjaan Tuhan.

Ayat 18-25 Simon si tukang sihir ternyata belum bertobat dengan sungguh-sungguh meskipun sudah menjadi orang percaya. Ia berpikir dapat membeli karunia Allah atau kebenaran dengan uang. Petrus menegor Simon dengan keras sebab hatinya yang tidak lurus itu. Yer. 17:9 berkata bahwa hati manusia dapat menjadi lebih licik dari segala sesuatu. Karena itu orang yang lebih mengandalkan hatinya daripada Tuhan akan terjerat oleh kejahatan dengan mudahnya. Simon akhirnya minta didoakan oleh Petrus. Memang kisah selanjutnya tidak dicatat dalam Alkitab, namun doa dapat menggerakkan hati Allah untuk memulihkan dan menyelamatkan seseorang.

Ayat 26-40 Dalam perikop ini ditulis mengenai Filipus yang peka mengikuti kehendak, waktu dan cara Tuhan untuk memberitakan Injil kepada seorang sida-sida dari Etiopia. Sida-sida ini pulang dari beribadah di Yerusalem dan sedang membaca kitab Yesaya, namun ia tidak dapat mengerti isi kitab itu. Betapa baiknya Tuhan kepada orang-orang seperti ini, yang memiliki kerinduan untuk beribadah dan membaca firman meskipun tidak mengerti. Tuhan mengirim Filipus untuk menerangkan artinya, sehingga sida-sida ini akhirnya menerima berita Injil dan minta untuk dibaptis. Setelah itu Roh Tuhan melarikan Filipus ke Asdod untuk memberitakan Injil di sana.

Siapapun Saudara, Tuhan mau memakai Saudara untuk menjadi pengaruh yang dahsyat dalam menarik setiap roh kepada jalan keselamatan! Karena itu penuhilah hidup Saudara dengan firman dan doa, Tuhan pasti akan membawa Saudara masuk dalam rencana-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

Perjalanan Ke Emaus

Apr 29 2016

Perjalanan Ke Emaus
Ayat Pokok: Lukas 24:13-35

Oleh: Pdt. Yusak Tjong

Lukas 24:13-14

Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
Sama seperti para murid yang lain, kedua orang murid Yesus ini juga mengalami ketakutan dan kebimbangan setelah kematian Yesus. Dan mereka memutuskan untuk meninggalkan Yerusalem dan pergi ke Emaus. Adapun arti dari kata “Emaus” adalah sumber air panas. Mereka mulai salah langkah ketika memutuskan untuk mencari sumber yang lain untuk menggantikan keberadaan Yesus. Mereka melakukan suatu kesepakatan, namun sayangnya kesepakatan itu adalah kesepakatan yang salah (bandingkan Mat. 18:19-20).
Ketika kita berada dalam keraguan atau situasi yang tidak memungkinkan, jangan sampai datang kepada sumber yang salah. Yesus adalah satu-satunya Sumber dalam hidup kita. Dan percayalah bahwa Ia sudah ada dalam hati kita, seperti yang dikatakan dalam Ams. 4:23. Karena itu dalam keadaan apapun ingatlah selalu untuk datang ke bawah kaki Yesus terlebih dahulu.

 

Lukas 24:15-16

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
Walaupun sudah bersama dengan Yesus selama 3,5 tahun, namun kedua murid ini tidak dapat mengenali Yesus ketika Yesus menampakkan diri kepada mereka. Kekecewaan yang mereka alami telah menjadi selubung yang menghalangi mata mereka. Dalam 2Kor. 4:3-4 dikatakan bahwa ada orang-orang yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak dapat melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus. Yang dimaksud dengan ilah zaman ini di antaranya adalah kekecewaan, ketidakpercayaan, juga hati yang telah menjadi tawar. Jangan sampai keadaan hati kita menjadi celah yang membutakan mata rohani kita untuk memandang Yesus.

 

Lukas 24:17-27

Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel…” Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!”

Kedua murid ini kecewa karena mereka tidak menaruh perkataan Yesus dalam hati mereka, serta tidak memiliki pemahaman yang mendalam akan firman Tuhan. Mereka juga tidak memiliki pengenalan yang benar akan pribadi Yesus. Mereka hanya mengenal Yesus sebatas nabi dan berharap bahwa Yesus akan menjadi raja di dunia ini. Inilah yang membuat mereka kecewa dan hilang pengharapan. Karena itu sangatlah penting untuk memiliki pengenalan pribadi dengan Yesus yang mendalam lewat firman-Nya. Dengan demikian kita akan memahami kehendak dan rencana-Nya dalam hidup kita, sehingga kita tidak mudah jatuh dalam kekecewaan.

 

Lukas 24:28-35

Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: “Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.” Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.
Meskipun berada dalam kekecewaan, namun kedua murid ini masih melakukan sebuah tindakan yang tepat, yaitu “menahan” Yesus untuk tinggal bersama dengan mereka. Akhirnya Yesus mencelikkan mata mereka dan memulihkan semangat mereka untuk melayani Tuhan. Apapun kekecewaan yang sedang kita hadapi, jangan tinggalkan Yesus! Dalam 1Ptr. 4:7 dikatakan, “… kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.” Menjadi tenang berarti kita berusaha menahan diri kita untuk tidak panik dan bersikap gegabah atau terburu-buru mengambil tindakan tanpa berdoa terlebih dahulu. Justru di saat-saat seperti itu kita harus membangun diri kita di atas dasar iman yang paling suci dan berdoa dalam Roh Kudus (Yud. 1:20).

 

Apakah saat ini Anda mengalami masalah yang membuat Anda menjadi kecewa dan tawar hati? Datanglah kepada Yesus, berpegang pada firman-Nya, dan berdoalah dalam Roh Kudus, maka Tuhan pasti menerangi hati Anda untuk melihat jalan-Nya! Percayalah bahwa di dalam gelap dan kekelaman telah terbit terang bagi Anda (Mzm. 112:1-4). Dan selalu ingat bahwa Ia tidak pernah meninggalkan Anda, Ia ada di dalam badai bersama dengan Anda (Nah. 1:3). Tuhan Yesus memberkati!

Pengalaman Perjalanan Kehidupan Yesus (2)

Jan 15 2016

Minggu lalu kita telah membahas perjalanan kehidupan Yesus mulai dari kelahiran-Nya sampai ketika Ia berusia 12 tahun. Dan saat ini kita akan melihat kelanjutan dari perjalanan kehidupan-Nya.

1.     Yesus Antara Usia 12-30 Tahun

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. (Luk. 2:52) Kita juga harus terus bertumbuh dalam pengenalan kita akan Tuhan, sehingga kita makin berkenan di hadapan-Nya. Yoh. 3:16 memberikan dua kunci agar kita dapat menjadi pribadi yang berkenan, yaitu mengasihi Tuhan dan sesama serta menyerahkan nyawa (hidup) secara total kepada Tuhan. Ketika kita berkenan dan menyenangkan hati Tuhan, maka tidak ada yang perlu ditakutkan. Allah akan bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita (Rm. 8:28).

2.     Yesus Dibaptis

Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. (Mat. 3:13-17) Pada mulanya Yohanes menolak untuk membaptis Yesus, tetapi Yesus bersikeras. Akhirnya Yohanes mau taat melakukan perintah Yesus. Setelah Yesus dibaptis dan keluar dari air, ada 3 hal yang menandakan keAllahan Yesus, yaitu langit terbuka, kemudian Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, dan terdengar suara dari sorga yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (ayat 16-17).

Tujuan Yesus menyerahkan diri untuk dibaptis adalah untuk memberi teladan kepada orang percaya supaya taat melakukan perintah Allah, dalam hal ini mengenai baptisan yang benar (baptisan selam). Kalau Yesus saja dibaptis, maka sudah seharusnya kita pun dibaptis, sebab baptisan itu sangat penting bagi orang percaya. Dalam menjalani perintah Tuhan, kita tidak selalu harus mengerti apa maksud dari perintah itu, sama seperti yang dialami Yohanes ketika ia harus membaptis Yesus (ayat 14). Tetapi marilah kita tetap taat dan melakukan kehendak Tuhan (ayat 15).

3.     Yesus Dicobai Di Padang Gurun

Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu… (Mat. 4:1-11)
Setelah dibaptis dan penuh dengan Roh Kudus, Yesus tidak langsung memulai pelayanan-Nya, tetapi Ia dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai. Ingatlah bahwa Yesus juga pernah dicobai sama seperti kita, tetapi Ia tidak berbuat dosa (Ibr. 4:15). Karena itu apabila kita saat ini sedang berada dalam pencobaan, jangan sampai menyerah. Bertahanlah dalam pencobaan (Yak. 1:12) dan terobos semuanya itu karena Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari segala roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh. 4:4).

Yesus dapat bertahan karena Ia penuh dengan Roh Kudus dan berdoa disertai puasa. Bila Yesus tidak bertahan menghadapi pencobaan ini, maka pelayanan-Nya ke depan tidak mungkin berhasil. Betapa pentingnya penuh Roh Kudus! Karena itu berusahalah dengan sungguh-sungguh agar senantiasa dipenuhkan dengan Roh Kudus, dan kejarlah juga karunia-karunia Roh. Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata (berdoa dan berpuasa) pasti akan menuai dengan bersorak sorai (Mzm. 126:5).

4.     Yesus Memanggil Murid-murid-Nya

Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” (Mat. 4:18-22)

Semua orang percaya dipanggil untuk diberkati secara rohani dan jasmani, serta untuk memberkati orang lain. Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes meresponi panggilan Tuhan dengan segera, bahkan mereka meninggalkan segalanya (ayat 20-22). Ketika panggilan Tuhan datang secara khusus kepada kita, jangan sampai kita menundanya, sebab kesempatan itu mungkin tidak akan datang kembali (Mat. 10:37-39).

5.     Yesus Mengutus Kedua Belas Rasul

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat…” (Mat. 10:1-15)

Yesus mengutus mereka berdua-dua karena di dalam kesepakatan ada kuasa yang besar (Mat. 18:19-20). Mereka diutus kepada domba-domba yang hilang dengan satu pesan, yaitu Kerajaan Sorga sudah dekat. Pesan ini adalah pesan yang sama sejak kelahiran Yesus sampai menjelang kedatangan-Nya yang kedua nanti. Karena itulah pemberitaan Injil menjadi tanggung jawab setiap orang percaya. Kalau kita sudah memberitakan Injil, tetapi orang yang mendengarnya menolak berita itu, maka darah orang itu tidak ditanggungkan kepada kita (ayat 14-15). Darah itu baru akan ditanggungkan kepada kita jika kita menolak untuk memberitakan Injil. Jadi janganlah ragu untuk memberitakan Injil, sebab ada berkat luar biasa yang disediakan Tuhan bagi kita! (ayat 9-10)

Kita sudah memasuki tahun yang baru. Marilah kita kembali kepada panggilan Tuhan dan beritakanlah Injil kapanpun kesempatan itu datang kepada kita, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat! Percayalah, orang yang menabur dengan mencucurkan air mata pasti akan menuai dengan bersorak-sorai! Tuhan Yesus memberkati!