Mencari Tuhan untuk Hidup & Menang

Aug 15 2016


Mencari Tuhan Untuk Hidup & Menang
Ayat Pokok: Amos 5:3-6

Oleh: Pdt. DR. M.D. Wakkary

Oknum yang paling tidak senang melihat kita beribadah dan percaya kepada Yesus adalah Iblis. Walaupun tidak seperti Tuhan yang maha hadir di segala tempat dan waktu, tetapi Iblis bisa membuat orang percaya mati rohani dan hidupnya tidak mengalami kemenangan. Padahal gereja Tuhan itu harus menang, oleh karena itu kita harus mencari Tuhan supaya bisa menang.

Dalam ayat 3 dikatakan: Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH kepada kaum Israel. Israel adalah umat Tuhan pada zaman dahulu, tetapi sekarang setelah kita sudah diselamatkan, dosa kita ditebus oleh kematian dan kebangkitan Yesus, maka kita disebut umat Tuhan. Sampai saat ini orang Israel tidak percaya Yesus. Beberapa kali saya ke sana dan bertanya kepada mereka apakah percaya kepada Yesus, mereka berkata: tidak. Zaman sekarang umat Tuhan adalah gereja bukan lagi orang Israel saja. Menurut perkiraan, jumlah orang Kristen di seluruh dunia berkisar 3 miliar, termasuk kita yang di Indonesia.
 
"Kota yang maju berperang dengan seribu orang, dari padanya akan tersisa seratus orang, dan yang maju berperang dengan seratus orang, dari padanya akan tersisa sepuluh orang.” Ini adalah sebuah kekalahan yang telak. Sebenarnya kalau berperang bersama Tuhan tidak akan pernah kalah. Ulangan 32:30 berkata: Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang, kalau tidak gunung batu mereka telah menjual mereka, dan TUHAN telah menyerahkan mereka! Inilah kehebatan umat Tuhan. Kalau mereka percaya kepada Tuhan, yang maju berperang 1 orang bisa mengalahkan seribu orang, 2 orang bisa mengalahkan 10 ribu.

Oleh karena itu dalam ayat selanjutnya Tuhan katakan: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup!” Orang mencari Tuhan bukan hanya di ibadah hari minggu, karena tidak semua yang datang ke gereja hari minggu bertujuan mencari Tuhan. Banyak orang datang ke suatu gereja hanya melihat fasilitas apa yang ada di gereja tersebut, apakah ada ac, tempat parkir yang luas dan lain-lain. Memang itu perlu, tetapi yang paling utama orang datang beribadah di gereja adalah mencari Tuhan.
Ada 3 arahan/solusi bagaimana kita mencari Tuhan.

1.  MENCARI TUHAN DENGAN MEMBACA ALKITAB. Yesaya 34:16
Ayat-ayat ini ditulis kepada Edom saudara Israel, walaupun mereka tidak termasuk umat Tuhan tetapi tetap diberikan peluang untuk menjadi anak Tuhan. “Carilah di dalam kitab TUHAN dan bacalah...”, Alkitab kita memiliki 66 kitab/buku: 39 perjanjian lama dan 27 perjanjian baru. Sekarang alkitab tersedia dalam berbagai bahasa. Dalam ayat ini dikatakan: bacalah dan cari Tuhan di dalam kitab-kitab. Jangan kita menganggap remeh alkitab.

Sejak dari pengerja, saya sering mencoret alkitab dan menandai ayat-ayat. Jadi saat berkhotbah sebagian ayat saya tulis di kertas, tapi kebanyakan saya tulis di alkitab. Alkitab saya sudah beberapa kali diganti, dan saya tahu orang yang mengambil alkitab sebelumnya karena banyak catatan khotbah di dalamnya. Sekarang orang sudah bisa melihat khotbah-khotbah yang ada disampaikan dalam ibadah raya lewat website kita.

Jadi kita harus mencari Tuhan lewat membaca kitab Tuhan. Kalau kita belum mengerti dibacalah kembali, dan suatu saat Tuhan akan memberikan pengertian apa maksud ayat tersebut. Tuhan melihat dan menghargai orang yang mencari Dia lewat alkitab. Alkitab perlu menjadi bagian hidup kita dalam mencari Tuhan. Semakin banyak kita membaca alkitab semakin baik.

2.  MENCARI TUHAN DENGAN BERKUMPUL, BERDOA DAN PUASA. 2 Tawarih 20:1-4,15.
Ada 3 bangsa yang sedang mengepung bangsa Yehuda, pasukannya mungkin ratusan ribu orang. Tetapi Yosafat percaya kepada Tuhan dan mencari Dia. Dalam pencobaan yang besar ini, dia mengajak seluruh orang Yehuda berdoa dan berpuasa.
Ini juga menjadi contoh bagi kita apabila mengalami pencobaan yang berat, Tuhan sedang mengajar kita untuk mencari Dia lebih sungguh lagi. Kita harus lebih banyak bedoa dan membaca alkitab, kalau bisa berpuasa. Inilah kunci untuk menang yaitu mencari Tuhan dengan berdoa dan puasa.

Dalam ayat 15 Tuhan katakan untuk maju sebab Dia yang akan berperang bukan mereka. Inilah pentingnya kita mencari Tuhan supaya bisa bertahan dan kalaupun pencobaan berat, tantangan begitu besar dan musuh menghadang kita, Tuhan yang akan berperang bagi kita. Percobaan inilah yang membuat seorang raja mengumpulkan rakyat nya untuk berdoa dan berpuasa. Gereja yang tidak pernah berdoa adalah gereja yang kalah. Para pelayan dalam setiap pelayanan harus berdoa supaya urapan Roh Kudus datang.

Semua manusia ingin hidup, berapapun nantinya umur yang diberikan Tuhan, apakah 70 atau 80 tahun. Dan kalau mau hidup itu harus menang. Oleh karena itu, orang yang mencari Tuhan akan hidup dan menang.
Saat ini banyak gereja-gereja yang bertumbuh karena berdoa. Pada tahun 90an, gereja-gereja yang ada di Korea mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh sebuah gereja di Amerika, satu orang jemaat di Korea itu berdoa 3 jam sehari, bahkan ada yang berpuasa 3 hari dan mereka mengambil cuti untuk hal ini. Setiap gereja memiliki bukit doa, dan setiap hari dipenuhi dengan orang-orang yang rindu berdoa.
Mari kita usahakan punya waktu untuk berdoa, maka kita akan menang. Tuhan mau kita gereja mengalami kemenangan yang besar.

3.  MENCARI TUHAN DENGAN NYANYIAN SUKACITA DAN NYANYIAN PUJIAN. Mazmur 40:4,17.
Tuhan memberikan nyanyian baru kepada kita. Dan pengaruh pujian membuat orang menjadi percaya kepada Tuhan. Kita harus beribadah dengan gembira dan sukacita. Banyak kesaksian orang ketika memuji dan menyembah Tuhan sakitnya hilang, belum didoakan sudah sembuh.

Dalam 2 Tawarikh 20:18,19 mencatat: Lalu berlututlah Yosafat dengan mukanya ke tanah. Seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem pun sujud di hadapan TUHAN dan menyembah kepada-Nya. Kemudian orang Lewi dari bani Kehat dan bani Korah bangkit berdiri untuk menyanyikan puji-pujian bagi TUHAN, Allah Israel, dengan suara yang sangat nyaring. Mereka berrlutut dan menyembah sambil menyanyi dengan suara nyaring. Mari kita menyanyi dengan gembira, dengan suara nyaring sebagai pujian kita kepada Tuhan. Dan kita harus selalu mengatakan: Tuhan itu besar.

Pada saat kita memuji dan menyembah Tuhan itu adalah saat terindah dalam hidup kita. Tuhan tidak bisa menyembah dirinya sendiri dan hanya dari kitalah yaitu jemaat, gereja yang bisa memberikan pujian dan penyembahan itu.
Kalau kita melakukan hal-hal ini, alkitab katakan kita menang, tidak kalah. Kita pasti berhasil, tidak mungkin gagal. Keluarga kita akan berbahagia, anak-anak kita akan memiliki masa depan yang luar biasa. Kalau kita bertumbuh singguh-sungguh menjadi umat yang mencari Tuhan, maka Tuhan akan melipat gandakan jemaat di tempat ini, dan kita akan menjadi orang yang menang. Haleluyah!

Ringkasan Khotbah Pdt. M D Wakkary, Minggu 7 Agustus 2016 (Ibadah Raya ll) (DK)

Dosa Dalam Jemaat

Jun 22 2016


Dosa Dalam Jemaat
Ayat Pokok: 1 Korintus 5:1-13

Oleh: Pdt. DR. M.D. Wakkary



Dalam perikop ini, Paulus dengan jelas mengatakan bahwa di gereja Korintus ada orang-orang yang melakukan dosa. Sebenarnya gereja di Korintus ini adalah gereja yang dipenuhi dengan karunia-karunia, dan mereka juga adalah gereja yang memiliki Roh Kudus, bahkan di dalam pasal 12 Paulus memberikan aturan-aturan dalam jemaat karena begitu hebatnya Roh Kudus bekerja.

 

Tetapi kita melihat bahwa di gereja Korintus ini ada orang-orang yang melakukan dosa-dosa seksual, walaupun Roh Kudus telah bekerja di antara mereka. Di seluruh dunia khususnya juga di Indonesia, dosa-dosa seksual sangat banyak terjadi. Bahkan akhir-akhir ini banyak dibicarakan tentang dosa kekerasan seksual, pemerkosaan dan pembunuhan. Ternyata dosa-dosa seksual ini sudah berkembang sejak dari zaman rasul-rasul. Dalam ayat 1 dikatakan bahwa ada orang yang berbuat dosa dengan melakukan perzinahan dengan isteri ayahnya.

Inilah yang terjadi di gereja Korintus. Di akhir zaman ini dosa akan bekerja lebih lagi. Orang-orang di gereja Korintus sudah mengenal Tuhan, hidup dalam persekutuan dengan Tuhan, tetapi di antara mereka masih ada yang melakukan dosa, bahkan dosa yang tidak terdapat pada bangsa-bangsa kafir. Kita harus berhati-hati dalam hidup ini, karena walaupun kita membangun hubungan baik dengan saudara seiman dalam Tuhan, punya hubungan keluarga yang rukun satu dengan lain, tetapi bisa saja di dalam gereja, kita berada dalam tekanan atau tidak bertumbuh dan mungkin juga mengalami kelesuan rohani. Kenapa ini bisa terjadi? Karena kemungkinan ada dosa-dosa yang tersembunyi di dalam jemaat. Siapa saja bisa jatuh dalam dosa, bahkan seorang hamba Tuhan sekalipun.

 

Oleh karena itu Paulus ingatkan bahwa kita sudah ditebus dengan darah Anak domba paskah, yaitu darah Yesus Kristus. Ternyata dosa itu seperti ragi, dan kita harus waspada terhadap pengaruh dosa ini. Kita melihat di negara kita begitu banyaknya peraturan baru yang dibuat, karena dosa yang semakin banyak. Baik itu korupsi, pembunuhan, kejahatan seksual dan lain sebagainya. Pemerintah merasa perlu untuk mencegah supaya orang tidak melakukan dosa dan mereka bisa jerah. Tetapi pada kenyataannya tidak terjadi. Karena itu Paulus katakan supaya jangan bergaul dengan orang-orang yang terlibat dengan dosa-dosa seksual, atau dengan orang yang melakukan percabulan. Kita memang masih hidup di dunia, jadi kita masih akan bertemu dengan orang-orang yang melakukan dosa. Paulus katakan dalam ayat 10, bahwa kalau kita tidak mau bergaul dengan semua orang berdosa, berarti kita harus meninggalkan dunia ini. Oleh karena itu, di dalam ayat 11 Paulus sampaikan supaya kita jangan bergaul dengan orang yang menyebut dirinya saudara dalam Tuhan, tetapi masih melakukan dosa. Mereka yang melakukan percabulan, kikir (menurut anggapan orang ini hanya sifat manusia, tetapi ini juga dosa), penyembah berhala, juga pemfitnah (ada yang menganggap hal ini bukan dosa, tetapi dalam ayat ini fitnah adalah ragi, artinya itu juga dosa), pemabuk dan penipu.

Banyak orang tidak menyadari bahwa hidupnya telah dipengaruhi oleh dosa, oleh karena itu kita perlu menjaga diri dari hal ini. Kita dianjurkkan untuk tidak makan bersama-sama, artinya tidak bergaul dan membangun hubungan dengan orang-orang yang melakukan dosa ini, karena cepat atau lambat kita bisa terpengaruh. Paulus punya otoritas kerasulan karena dia adalah seorang rasul, dan secara rohani dia bisa bertindak tegas terhadap orang yang melakukan dosa ini, terutama yang ada di dalam jemaat. Sedangkan terhadap orang lain yang berada di luar jemaat, Paulus tidak memiliki kuasa apa-apa. Di negara kita banyak orang yang melakukan tindakan kejahatan, terutama korupsi. Banyak yang sudah tertangkap, tetapi masih banyak juga yang belum. Mereka mungkin bisa lepas dari penegak hukum di dunia ini, mereka bisa mengelak dan menghindar dari tuntutan hukum. Tetapi mereka semua akan dihakimi oleh Allah. Dalam ayat 13 Paulus katakan kepada jemaat Korintus supaya mengusir orang-orang yang melakukan kejahatan itu. Memang pada awalnya mereka harus ditegur, tetapi jika tidak berubah juga, maka harus diambil tindakan tegas, yaitu diusir atau dikeluarkan dari anggota jemaat.

Siapapun bisa dengan bebas datang dan bergabung dengan jemaat disini, tetapi kalau ada yang tetap melakukan dosa-dosa ini, maka dia harus keluar dari anggota jemaat. Karena ragi itu akan menular kepada orang lain. Jadi bukan berkat yang akan datang, tetapi kutuk. Ada orang yang beranggapan bahwa bisa tetap melakukan dosa, asalkan masih setia beribadah kepada Tuhan. Ini adalah pandangan yang keliru. Alkitab berkata: Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu. Apakah yang menjadi solusi untuk masalah ini? Karena kita masih manusia biasa dan bisa bermasalah dengan dosa, kita masih bisa dipengaruhi oleh keinginan daging. Di dalam Roma 6:15-23 dikatakan bahwa kita sudah hidup dalam kasih karunia, tetapi tidak berarti kita bebas hidup lagi di dalam dosa. Karena itu, kalau kita sudah menyerahkan hidup kepada Tuhan maka kita harus merobah cara hidup kita. Yang tadinya hamba/budak dosa, berbalik menjadi hidup yang taat kepada Tuhan.

Kalau kita sudah percaya kepada Tuhan, sudah hidup dalam anugerah, maka kita harus berbalik menyerahkan tubuh, jiwa dan roh kita menjadi hamba Allah. Karena ketika kita sudah percaya kepada Yesus berarti kita sudah dimerdekakan dari dosa. Sebelum percaya kepada Yesus kita adalah budak kecemaran, tetapi sekarang kita harus melatih diri kita menjadi hamba kebenaran. Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita. Amin.

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D Wakkary, Minggu 29 Mei 2016 (DK)

 

Mengatasi Persoalan Antar Sesama Orang Beriman

Jun 22 2016


Mengatasi Persoalan Antar Sesama Orang Beriman
Ayat Pokok: 1 Korintus 6:1-7

Oleh: Pdt. DR. M.D. Wakkary

Di dunia ini, termasuk juga di negara kita, banyak orang mencari keadilan, karena mereka merasa dirinya dirugikan, tertipu, merasa dibohongi dan dilecehkan. Setiap negara yang menganut sistem demokratis, pasti memiliki lembaga pengadilan, supaya bisa diadili dan diputuskan mana yang benar dan mana yang salah. Tujuan peradilan ini supaya tidak ada orang yang dirugikan. Tetapi selama masih di dunia, keadilan tetap menjadi sesuatu yang sangat dicari-cari karena keadilan seringkali sulit diperoleh. Kita melihat dan mendengar akhir-akhir ini di negara kita, begitu banyaknya hakim dan jaksa yang ditangkap karena tidak berlaku adil. Masalah keadilan menjadi salah satu hal yang sangat berat untuk diterapkan, bahkan di kalangan anak-anak Tuhan. Orang mencari berbagai cara untuk mendapatkan keadilan dan bagaimana caranya supaya tidak tertipu oleh orang lain.

Oleh karena itu, keadlian harus terjadi di antara sesama orang percaya. Dulu, ketika gereja ini masih kecil, ada sesama jemaat yang terlibat hutang piutang. Karena tidak mau bertemu dengan saya untuk diselesaikan masalahnya, akhirnya satu dari antara mereka keluar dari gereja ini. Kita memang bisa mempunyai hubungan baik dengan orang lain dalam banyak hal, seperti hubungan bisnis dan pekerjaan. Tetapi dipihak lain juga bisa saling merugikan dalam hutang piutang, padahal sesama anak Tuhan. Paulus berbicara khusus kepada gereja di Korintus, mereka adalah gereja yang luar biasa. Penuh dengan karunia-karunia Roh Kudus, banyak mujizat terjadi, tetapi banyak orang yang hidupnya tidak benar. Oleh karena itu Paulus katakan bahwa orang yang melakukan dosa supaya diusir dari dalam jemaat. Begitu kerasnya didikan Paulus kepada jemaat ini. Jika kita meneliti ayat-ayat dalam pasal ini, Paulus mengatakan supaya kita jangan mencari keadilan kepada orang yang tidak percaya Yesus. Oleh karena itu, kita harus menghindari persoalan-persoalan yang bisa menyebabkan kita dihakimi oleh orang yang tidak beriman.

 

Seringkali karena hutang piutang di antara sesama dapat menyebabkan hilangnya damai sejahtera dalam beribadah, dalam melayani, juga dalam hubungan keluarga. Seseorang berhutang kepada orang lain diperbolehkan, asalkan harus membayarnya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. Tidak dapat dipungkiri, bahwa bisa terjadi dalam kehidupan siapa saja, bahkan kehidupan anak Tuhan, sesuatu hal yang berkaitan dengan keadilan ini. Apakah kita sanggup berbuat adil atau tidak. Karena ada pria-pria yang rajin beribadah di gereja, tetapi tidak sanggup berbuat adil kepada isteri dan keluarganya, begitu juga sebaliknya. Banyak orang beranggapan bahwa berbuat dosa itu adalah ketika seseorang melakukan percabulan, penyembahan berhala dan perzinahan saja. Tetapi dalam ayat 8 dan 9, dikatakan bahwa melakukan ketidakadilan sudah termasuk dosa, dan tidak akan mendapat bagian dalam kerajaan Allah. Malahan alkitab katakan kalau kita dirugikan oleh sesama, berapapun nilainya atau banyaknya, karena dia tidak sanggup membayarnya, kita harus terima. Karena kalau ada orang yang bertengkar dan berselisih di dalam jemaat, itu sudah menjadi suatu kekalahan dan kejatuhan. Keselamatan lebih tinggi nilainya daripada soal-soal perselisihan di antara kita. Oleh karena itu Paulus katakan: Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan? (ayat 7). Paulus katakan bahwa dosa-dosa yang terdapat dalam ayat 9 dan 10, bisa menjadi penghalang bagi seseorang untuk masuk dalam kerajaan Allah.

Kita seringkali mengharapkan kebangunan rohani, mujizat-mujizat dan tanda heran terjadi di dalam gereja, tetapi seringkali ini terhambat karena masalah keadilan dan dosa-dosa ini. Hanya Yesus yang sanggup melakukan pemulihan. Saya juga banyak kali dirugikan, tetapi saya tidak terlalu memikirkannya karena bisa mengganggu kerohanian saya. Mungkin kita juga merasakan sakit hati dan kecewa ketika dirugikan, tetapi kalau kita mau berkat Tuhan yang lebih besar lagi, maka kita harus mengikuti Firman Tuhan. Memang di akhir zaman, masalah uang menjadi tantangan yang besar bagi semua orang. Di dalam 1 Timotius 6:10, berkata: Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. Jadi masalah yang terjadi di dunia, baik masalah politik, ekonomi, korupsi dan sebagainya, akarnya adalah tamak akan uang. Hubungan persahabatan, hubungan keluarga bisa rusak karena uang.

Roh tamak akan uang begitu besar mempengaruhi manusia, sehingga orang begitu cepat melakukan kejahatan. Bahkan orang-orang yang melakukan kejahatan ini tidak merasa malu lagi ketika perbuatannya diketahui dan disebarkan lewat media. Akar memang tidak kelihatan, tetapi sangat berpengaruh besar. Oleh karena itu persoalan kejahatan tidak akan selesai, karena akarnya tetap kuat. Bahkan ayat ini katakan bahwa ada orang-orang yang menyimpang dari imannya, hanya karena uang. Jadi kita perlu waspada terhadap akar cinta akan uang ini. Banyak orang mungkin merasa kurang diberkati dibandingkan dengan orang lain, tetapi alkitab katakan berkat itu adalah apa yang kita rasakan dan kita nikmati. Marilah kita terima berkat Tuhan itu dengan sukacita. Tuhan memberikan kepada kita lebih dari cukup, oleh karena itu kita harus bersyukur senantiasa. Kalau kita banyak bersyukur, maka berkat-berkat itu akan ditambah-tambahkan oleh Tuhan.

Jangan sampai kita berselisih satu dengan yang lain karena hal-hal yang sepele, apalagi membawanya ke pengadilan. Tetapi mari kira serahkan dan lupakan itu, supaya hati kita bersih dan diberkati Tuhan lebih lagi. Haleluyah

Ringkasan Khotbah Pdt. M. D Wakkary, Minggu, 5 Juni 2016 (DK)